Wednesday, August 25, 2010

Nikmatnya Berpetualang

kenapa ya berpetualang itu sangat enak?
menurut gw simpel.

karena saat kita melakukan petualangan itu, kita jadi memiliki banyak kesempatan untuk memikirkan berbagai hal. that's all.

for example nih:

just try it !!

trust me. :)

Tuesday, August 24, 2010

pintanya

"Ibu, belikan aku BB!"

"Untuk apa?"

"Semua temanku sudah pakai BB, aku malu pakai HP ini.."

"Sudahlah, tak perlu BB begitu. Yang penting kamu selalu mengucap syukur pada Allah atas apa yang telah dia berikan. Semua ini juga pemberian Allah."

"Tapi Allah kenapa sih Bu kasih kita rumah kecil begini, aku dikasih HP yang jelek begini, kita miskin. Padahal Allah kasih teman-temanku HP canggih, rumah mewah, hidup enak. Ini tidak adil."

"Di mata Allah semua makhluk ciptaanNya sama, Nak."

"Tapi di mata kita kan beda Bu. Mana ada yang mau pedulikan di mata Allah? toh yang kita jalani hidup yang ini."

"Kamu ini.."

"Bagaimana aku bisa bersyukur Bu kalau yang dikasih saja yang begini?? Bagusan dikit kek."

"Lebih baik dikasih kan, daripada tidak diberi kesempatan sama sekali?"

"Iya sih.."

"Nak, jangan pernah melihat ke atas. Coba kamu pikirkan nasib para anak jalanan yang terlantar, tak punya orang tua, susah makan yang enak, bahkan untuk makan biasa saja susah. Apa kamu pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi anak yang tak pernah merasakan gembiranya bermain PS, atau sekadar main masak-masakan karena ia tak memiliki tangan. Bagaimana mereka yang hanya berbaring di tempat tidur karena kakinya cacat?"assss terus menerus. Mengapa yang engkau pikirkan hanya temanmu yang kaya, yang memakai BB, yang punya mobil atau rumah mewah? Pernahkah kau memikirkan nasib orang-orang di bawah kamu?"

"Huh.."



"..."

"Itulah yang diberikan Allah pada kita, Nak."

"Apa Bu?

"Kesempatan untuk memikirkan saudara-saudara kita yang jauh hidup susah di bawah kita, sementara yang lain memikirkan yang di atas mereka karena takut tersaingi." :)


komunikasi

komunikasi adalah...
oh tentu saja saya tidak akan mengulang perkuliahan saya 3 tahun belakangan ini...

dalam keseharian kita..tentunya kita melakukan kegiatan komunikasi, bahkan terlalu banyak untuk disebutkan contohnya..

namun satu hal yang perlu kita sadari.. bahwa ketika kegiatan komunikasi itu terhambat, maka kita akan merasakan banyak hal. entah gelisah, khawatir, marah, kesal, sedih. anything!

apa yang membuat kegiatan komunikasi terhambat? kita tak tahu.
ada saja orang-orang yang menganggap bahwa kegiatan komunikasi cukup dijalankan seadanya saja bagi orang yang tak begitu dekat dengan kita.
menganggap bahwa kita harus menjaga komunikasi yang baik dengan orang-orang terdekat kita, orang yang kita sayangi, kasihi, cintai. orang tua kita, sahabat, pacar, pasangan hidup kita.
hei, jika kau berpikir begitu maka betapa bodohnya engkau.

menjalin komunikasi yang baik, justru tak begitu perlu dilakukan oleh orang-orang istimewa tersebut. kenapa? karena justru mereka menjadi "istimewa" begitu karena kita telah lebih dahulu berhasil menjalin komunikasi yang baik dengan mereka. oleh sebab itu, kita bisa menyebutnya sahabat sejati atau pacar terbaik. tanpa melakukan komunikasi yang baik dengan merekapun mereka telah jauh lebih dahulu paham tentang kita.

bagaimana nasib orang-orang yang tidak terlalu dekat dengan kita? saat mereka sedang membutuhkan kita. mereka mencari keberadaan atau sekadar menanyakan kabar kita. tapi apa yang kita lakukan? kita cenderung menganggap, "apa sih, sms2 gue?" atau menunda untuk segera membalas sms mereka, sengaja tidak menjawab telepon yang berdering dari mereka. dengan santai kita berpikir bahwa nanti-saja-juga-gapapa.
Tapi apa??

oh, mana mungkin tahu, karena memikirkannya juga tidak.


kekecewaan sangat mungkin timbul setelah kejadian itu. sementara kita tetap tidak menyadari betapa kita menyakiti perasaan orang lain dengan membuat mereka menunggu, orang tersebut akan memulai pembulatan opini mereka terhadap kita. dan kita opini tersebut sudah terbentuk, jangan pernah berharap semua terhapus begitu saja atau bahkan berbalik menyalahkan mereka. itu berarti kita sangat sampah.

huff jangan pernah berharap orang lain akan memahami kita, jika kita sendiri tidak bisa memahami mereka. mereka bukan menuntut, mereka hanya sedang membangun komunikasi.

ya, komunikasi.

lalu ketika kau menyadari hal itu, kenapa pula masih mengernyitkan dahi?

Sunday, August 22, 2010

make me laugh

"Mukanya ga etis."
(said T)

sahabat

ada orang yang tahu kita. kenal kita.
tak sedikit pula yang sok tahu terhadap kita.
bahkan mungkin ada yang pura-pura tahu.
cih banget! itu benar.

merasa nyambung, sepakat, seiya sekata, katanya sahabat. padahal belum tentu.

hahaha..ketawa. ketawa ama sahabat emang indah banget. dibikin ketawa ama sahabat emang paling menyenangkan banget. tapi kalo bersama sahabat membuat orang jadi ketawa, itu belum tentu bisa.

ga sadar, banyak yang ga sadar. gapapa, karena Allah aja maha pemaaf. haha

saat ini mencoba mengingat ingat nama-nama orang yang sering gw akui sebagai sahabat... berpikir... kenapa dianggap sebagai sahabat? apa udah masuk kriteria itu?
ingat-ingat lagi, mereka dicurhati sampai pagi, dan mereka juga mencurhati kembali saat mereka ada masalah. mereka kuajak bersenang-senang saat ku tengah bahagia, mereka tak jarang melakukan hal yang sama. aku tak malu pinjam uang saat kubutuh, mereka tak sungkan pinjam lebih banyak dariku. kami saling share ilmu dan pengalaman tanpa harus sotoy satu sama lain. pergi kemanapun kami suka, melakukan apapun yang mau kami lakukan, kebodohan, kenakalan, yeah apapun!

dan yang pasti kami tak akan membiarkan yang lainnya larut dalam kesedihan terlalu lama. dan itu sangat manjur! dan ternyata, mereka benar sahabatku. terima kasih kalian! :D

terenyuh

hari itu, pagi yang cerah menyambut jiwa yang bersorak-sorai ini. aku tak sabar menyentuh sebuah benda yang akan menjadi milikku. benda yang bahkan tak pernah terpikirkan olehku untuk memilikinya. dengan sinar mentari yang makin menyinari langkahku, dengan gegap gempita akupun menelusuri perjalanan menjemputnya.

di jalan, aku yakin itu hari jumat, aku melihat seorang kakek tua renta penjaga toko penjual banbekas. kakek itu berusaha berdiri dari kursi rotannya. ia memakai sarung yang sudah nyaris tak terlihat lagi motif garis2nya. sarung itu aku yakini tadinya berwarna merah marun yang sekarang bahkan tak menyentuh warna pink pucat. kaki kakek itu gemetar, mungkin tak sanggup berdiri lama-lama, pikirku. hey kek, kenapa engkau tak duduk saja sih? kataku dalam hati.

ternyata kakek itu bergerak perlahan mengambil baju koko miliknya di atas tumpukan ban. iapun berusaha mengenakan baju koko yang tak berwarna putih lagi itu ke tubuhnya yang sangat kurus. aku yakini, dia pasti mau sholat jumat. tapi ga kepagian apa??
lalu aku melihatnya berusaha mengancingkan satu demi satu kancing di baju kokonya. tangannya bergetar. tak ayal jika terkadang aku lihat kancing itu tak berhasil masuk ke lubangnya. andai aku bisa membantunya.

akhirnya aku terpikir, mungkinkah alasan dia bersiap sholat jumat dari waktu sepagi itu karena jarak mesjidnya yang terlalu jauh? (tentu saja jauh dalam ukuran dia). terbayang olehku bagaimana kakek itu harus berjalan kaki jauh, dengan badan yang tipis itu, sendal jepit yang sudah botak, baju koko dan sarung yang telah usang, menuju mesjid untuk tetap berusaha menjalankan perintahNya dan terus mengucap syukur pada Allah..

andai saja kita bisa membantunya, aku yakin, sangat yakin, bahwa uang jajan kita sangat cukup untuk membelikannya sebuah sarung, atau baju koko, atau bahkan sendal jepit baru. aku yakin uang yang biasa kita habiskan untuk makan di restoran mahal, nonton film, jalan-jalan di mall, atau ke warnet akan cukup untuk memberinya makanan yang enak-enak yang dia impikan tiap hari. mungkin dia berpikir, andai saja hari ini bisa makan ayam keefsi (KFC)

aku bersyukur, bersyukur masih bisa memikirkan semua ini. semua ini. paling tidak, sadar dan memikirkannya. masih banyak teman kita yang tak memikirkannya.
menghamburkan uang mereka untuk membeli sesuatu yang sebenarnya tidak penting bagi mereka.

berlomba-lomba memakai BB. buat apa sih?

andai saja aku punya banyak uang. aku ingin sekali kembali dan membelikan kakek itu seperangkat baju lebaran baru untuknya menyambut hari lebaran ini. amin ya Allah. :')

Tuesday, August 17, 2010

bulan penuh berkah

Alhamdulillah.. bulan suci Ramadhan kali ini sangat membuat gw semakin sering bersyukur.

kadang gw merenung, apakah orang-orang yang sedang bergaul, bercinta, bersuka cita di luar sana tetap mengingat Allah? apa mereka lebih memilih tarawih dibandingkan buka puasa bersama pacar? apa mereka menyentuh al-quran untuk bertadarus melafalkan ayat-ayat suci? berapa kali mereka meninggalkan sholat hari itu? apakah hari ini mereka telah mensyukuri nikmat yang diberikan Allah?

Allah sangat menyayangi hambaNya. dan gw, adalah salah satu hambaNya. Allah sangat menyayangi gw.

begitu berat cobaan yang diberikan Allah. serasa tak mampu kulalui.
Tapi itu sebelum gw sadar kalo semua itu adalah jawan Allah atas segala doa gw.
memang, manusia itu terlalu cepat kesal akan apa yang diberikan Allah jika tak sesuai harapannya. tapi saat dia berpikir kalau itu memang "hadiah" yang diberikan Allah, pasti syukur itu kan terucap.

karena hadiah dari Allah jauh lebih indah dari apapun.. :)